Ereksi

Ereksi penis (penile erection, erection = "penegakan") adalah membesar dan/atau menegangnya penis. Ereksi merupakan kejadian yang menjadi prasyarat berhasilnya kopulasi atau hubungan seksual pada hewan yang memiliki penis atau hemipenis (mamalia dan reptilia). Pada unggas tertentu, terutama bangsa itik (Anseriformes), ereksi ditandai dengan keluarnya organ seperti tabung memanjang dari kloaka, meskipun secara teknis ia tidak disebut ereksi.

Penis manusia yang ereksi acap kali menjadi simbol kesuburan atau simbol kultural lain dan penggambarannya disebut falus (phallus).

Fisiologi
Penis berisi dua struktur berbentuk tabung yang memanjang, disebut corpora cavernosa. Ereksi penis terjadi bila darah mengalir dan memenuhi corpora cavernosa karena berbagai bentuk rangsangan. Selain yang paling umum karena rangsangan seksual, ereksi pada manusia laki-laki juga dapat terjadi karena tekanan kandung kemih yang penuh. Ereksi juga terjadi secara otonom (tanpa kesadaran), misalnya pada saat tidur di dalam fase REM.

Secara normal ereksi berakhir jika rangsangan seksual diakhiri atau terjadi ejakulasi sperma. Priapisme adalah kejadian ereksi tanpa dikehendaki yang berlangsung dalam rentang waktu abnormal dan secara medik tergolong sebagai kejadian darurat. Ereksi priapistik juga dapat terjadi pada orang yang mati secara mendadak (misalnya karena tergantung).

Ketidakmampuan penis untuk ereksi secara penuh disebut dengan impotensi. Penyebabnya dapat bersifat fisik maupun kejiwaan (psikis). Impotensi menjadi permasalahan banyak orang dan penyembuhannya dilakukan secara medik maupun alternatif.

Sumber : http://id.wikipedia.org/

Disfungsi Ereksi (Impotensi)

Apa sih sebenarnya yang dimaksud dengan impotensi? Sungguh banyak pengertian yang salah digunakan untuk menjelaskan soal berkurang atau hilangnya fungsi ereksi pada seorang pria. Dulu, istilah impotensi sering dipakai untuk menunjukkan ketidakmampuan seorang pria dalam kehidupan seksualnya. Secara sosio budaya istilah itu mempunyai implikasi yang lebih luas dari sekadar gangguan salah satu fungsi organ tubuh seorang pria, sehingga penderitanya dianggap tidak utuh di mata masyarakat.

Sudah tentu pandangan ini tidak tepat dan juga tidak sehat. Karena itu, para ahli sepakat untuk segera mencari istilah yang lebih tepat dan tidak membuat stigma berlebihan bagi penderita disfungsi seksual. Maka, digunakanlah istilah disfungsi ereksi (DE) untuk menggantikan istilah impotensi. Kesepakatan ini dilandasi perkembangan ilmu pengetahuan yang bisa lebih menjelaskan penyebab organik gangguan seksual pada pria.

Dapat disimpulkan, pengertian dari DE (Difungsi Ereksi) adalah:
kegagalan seorang pria dalam memulai atau mempertahankan ereksi sampai batas waktu yang diperlukan oleh kedua pasangan seksual dalam mencapai kepuasan.
Penyebab yang bersifat fisik lebih banyak ditemukan pada pria lanjut usia, sedangkan masalah psikis lebih sering terjadi pada pria yang lebih muda. Semakin bertambah umur seorang pria, maka impotensi semakin sering terjadi, meskipun impotensi bukan merupakan bagian dari proses penuaan tetapi merupakan akibat dari penyakit yang sering ditemukan pada usia lanjut. Sekitar 50% pria berusia 65 tahun dan 75% pria berusia 80 tahun mengalami impotensi. Usia juga berpengaruh dalam peningkatan arterosklerosis yang menyebabkan gangguan pengaliran darah ke penis.

Disamping usia, faktor faktor lain yang menjadi biang kerok dari DE antara lain, penggunaan obat obatan (anti hipertensi, anti psikosa, anti depresi, obat penenang, simetidin, litium), penyakit khronis yang kerap menyerang usia lanjut (cedera, diabetes melitus, sklerosis multipel, stroke, penyakit tulang belakang bagian bawah, pembedahan rektum atau prostat), pengaruh alkohol juga tidak bisa diabaikan begitu saja.

Untuk faktor psikis antara lain : depresi, kecemasan, perasaan bersalah, perasaan takut akan keintiman, kebimbangan tentang jenis kelamin.

Untuk menentukan seseorang menderita DE tentu tidak boleh sembarangan, salah salah malah bisa menambah depresi penderita, tetapi para dokter bisa berpatokan pada pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang. Pemeriksaan fisik dilakukan untuk mencari adanya perubahan ciri seksual pria, misalnya payudara, testis dan ukuran penis, serta perubahan pada rambut, suara maupun kulit. Untuk mengetahui adanya kelainan pada arteri di panggul dan selangkangan (yang memasok darah ke penis), dilakukan pengukuran tekanan darah di tungkai.

Pemeriksaan penunjang lain diantaranya : pemeriksaan darah lengkap, pemeriksaan gula darah untuk diabetes, pemeriksaan kadar TSH, USG penis.

Secara umum pengobatan DE dibagi menjadi dua yaitu pengobatan dengan tanpa obat dan dengan obat. Tentu saja harus dicari dulu penyebabnya agar bisa diberikan pengobatan yang pas.

Klitoris

Klitoris terdiri dari satu daerah bulat atau kepala, disebut kelenjar, dan bagian yang lebih panjang, disebut batang, yang memiliki bentuk-bentuk cekungan mirip dengan yang dipunyai penis. Jaringan dari bibir bagian dalam biasanya menutupi batang klitoris, yang membentuk tudung atau kulit khatan untuk melindunginya. Satu-satunya bagian dari klitoris yang dapat dilihat langsung adalah kelenjarnya, yang terlihat seperti kancing kecil berkilat. Ukuran dan bentuknya berbeda-beda pada setiap wanita. Klitoris dapat dilihat dengan mendorong kulit selubung klitoris ke belakang. Ada banyak sekali ujung saraf dalam klitoris dan di daerah sekitarnya.

Definisi Klitoris
Klitoris adalah organ seksual wanita yang ditemukan di ujung sebelah atas antara kedua labia minora (bibir vagina dalam).
Banyaknya ujung saraf dalam klitoris menyebabkannya menjadi sangat sensitif terhadap sentuhan atau tekanan langsung atau tidak langsung. Hal ini mirip dengan penis pada pria. Rangsangan pada daerah klitoris dapat menjadi nikmat, bahkan memberikan pemiliknya kenikmatan seksual merupakan satu-satunya fungsi organ ini yang diketahui, dan klitoris adalah satu-satunya organ manusia yang memiliki pemberi kenikmatan sebagai fungsi utama. Klitoris tidak ada hubungannya dengan kehamilan, menstruasi, atau kencing.

Proses Terangsangnya Klitoris
Saat seorang wanita menjadi terangsang secara seksual, kelenjar dan batang klitoris terisi darah dan ukurannya membesar. Kelenjar ini dapat menggandakan ukuran diameternya. Tidak ada bukti bahwa klitoris yang lebih besar berarti lebih tinggi rangsangan seksual. Saat rangsangan erotik berlanjut dan orgasme datang, klitoris menjadi kurang terlihat karena tertutup oleh jaringan penutup klitoris yang membesar. Pembesaran ini dirancang untuk melindungi klitoris dari kontak langsung, yang, bagi beberapa wanita, dapat mengganggu daripada mengenakkan. Klitoris akan keluar lagi saat rangsangan dihentikan.

Setelah orgasme klitoris kembali ke ukuran semula dalam waktu sepuluh menit karena orgasme menyebabkan pembubaran darah yang terkumpul. Bila seorang wanita tidak mengalami orgasme, darah yang telah mengalir ke dalam klitoris akibat rangsangan seksual dapat tetap berada disana, menyebabkan klitoris tetap membesar untuk beberapa jam. Banyak wanita yang merasakan hal ini tidak nyaman.

Klitoris seorang wanita dapat dirangsang melalui sentuhan langsung atau tidak langsung. Saat bersetubuh penis tidak menyentuh klitoris secara langsung. Masuknya penis ke dalam vagina, posisi apapun yang digunakan, menggerakkan labia minora, dan gerakan bibir yang menyentuh klitoris ini yang biasanya menyebabkan orgasme. Kontak langsung dengan klitoris dengan menyentuhkan dengan jari, alat penggetar, atau lidah dapat menyebabkan rasa tidak nyaman bagi banyak wanita. Bagi wanita ini, elusan atau jilatan biasa pada daerah di sekitar klitoris dirasakan lebih nikmat. Wanita lainnya menikmati stimulasi langsung. Ada banyak sekali variasi sensitifitas pada klitoris, dan setiap wanita akan menemukan mana yang dirasakan terbaik

Jenis-Jenis Oral Seks

Oral seks adalah salah satu aktifitas seks yang menggunakan mulut atau lidah sebagi stimulan untuk merangsang pasangan. Oral seks kadang menjadi bagian dari foreplay tapi tidak sedikit pasangan yang mencapai klimaks hanya dengan melakukan seks oral saja.

Jika seks oral menggunakan mulut dan lidah sebagai subyek maka obyek aktifitas seks ini bermacam-macam, contohnya alat kelamin pasangan, puting, jari-jari dan bahkan anus. Berdasarkan obyeknya, seks oral terbagi atas beberapa jenis yaitu:
  1. Cunnilingus, kadang-kadang disebut sebagai cunnilinctus yaitu rangsangan oral pada vagina wanita dan/atau vulva, terutama pada daerah klitoris menggunakan bibir dan lidah pasangan. Aktifitas cunnilingus biasanya disertai dengan penetrasi jari ke dalam vagina untuk merangsang titik G-spot wanita. Sebuah laporan menyebutkan bahwa di Inggris sekitar 70 persen orang pernah melakukan Cunnilingus.
  2. Fellatio adalah bagian dari seks oral dimana mulut dan lidah pasangan melakukan stimulasi pada penis, proses fellatio dilakukan dengan menjilat atau mengisap. Orang-orang sering salah menyebut fellatio dengan istilah Blow Job. Kenyataannya tidak benar melakukan aktifitas “meniup” ketika melakukan Fellatio ataupun Cunnilingus.
  3. Nippling adalah menghisap atau menjilat puting pasangan. Seperti diketahui daerah payudara dan terutama puting adalah salah satu titik birahi pada pria maupun wanita. Aktifitas Nippling sama sekali tidak memiliki resiko infeksi.
  4. Shrimping adalah menjilat atau mengisap jari-jari kaki pasangan, biasanya dilakukan dikalangan orang yang sangat tertarik atau terangsang dengan tampilan kaki yang seksi. Shrimping juga tidak memiliki resiko kecuali jamur kulit jika kulit pasangan tidak bersih.
  5. Oro-anal sex, sering disebut sebagai ‘rimming’ – adalah stimulasi anus pasangan dengan lidah atau bibir. Stimulasi dilakukan baik pada pria maupun wanita. Pada pria, daerah sekitar anus adalah salah satu area g-spot pria yang bisa menambah gairah seks. Rimming sangat beresiko mengakibatkan transfer kuman ke mulut.
Selama bertahun-tahun, oral seks dianggap sebagai aktifitas seks yang aman dan memuaskan. Berikut ini alasan mengapa banyak pria dan wanita menyukai seks oral:
  • Seks oral membantu pihak wanita mencapai klimaks
  • Oral sebelum penetrasi membantu pihak pria mendapatkan ereksi yang keras
  • Tidak menyebabkan kehamilan.
Meski demikian, saat ini sudah banyak orang yang melakukan seks oral merasa khawatir pada penularan kuman ataupun virus dari mulut ke kelamin atau sebaliknya. Fakta bahwa 81% orang yang melakukan seks oral tidak menggunakan kondom menimbulkan kekhawatiran serius, apalagi dengan diketahuinya bahwa Virus HPV-16 dan 18 (Human Papilloma Virus) yang menyebabkan kanker serviks ditularkan melalui seks oral.

Karenanya seks oral yang aman adalah dengan pasangan sendiri. Gonta-gonta pasangan dan melakukan seks oral sangat beresiko terjangkit Penyakit Menular Seksual (PMS) meskipun potensi kehamilan sangat tipis.

Posisi Seks Wanita di Atas (Woman on Top)

Posisi seks Woman on Top atau Wanita di Atas adalah salah satu dari 6 posisi seks paling dasar yang disukai banyak pasangan. Salah satu posisi paling dasar lainnya  adalah posisi seks misionaris. Seperti halnya posisi dasar lainnya, posisi Woman on Top memiliki banyak variasi gerakan.

Woman on Top termasuk dalam kategori posisi seks kamasutra yang sudah terkenal dari jaman dulu. Secara sederhana posisi ini dilakukan dengan cara, pria berbaring telentang dan wanita berada di atas tubuh pria. Wanita duduk di atas pinggul pria dengan lutut yang tertekuk ke belakang dan penis pria telah penetrasi full. Dalam posisi ini, wanita memegang semua kendali, dari kecepatan sampai dengan kedalaman tusukan penis.

Banyak pasangan suami istri menyukai posisi ini. Berikut ini beberapa kelebihan Posisi Woman on Top:
  1. Posisi ini membuat wanita mengontrol hampir keseluruhan aktifitas seksual seperti kecepatan dan kedalaman penetrasi penis.
  2. Posisi ini memungkinkan wanita mencapai orgasme dengan cepat ketika berhubungan.
  3. Posisi ini membuat klitoris wanita terbuka sehingga memungkinkan bagi pria untuk menstimulasinya menggunakan jari tangan.
  4. Bagi pria, posisi ini membuat mereka mendapatkan sensasi yang luar biasa karena dapat dengan mudah memainkan payudara dan klitoris wanita pasangannya.

Posisi Woman on Top memiliki beberapa variasi yang biasanya dikembangkan oleh masing-masing pasangan. Inti dari posisi ini adalah wanita berada di bagian atas tubuh lelaki dan mengendalikan lebih dari 50% aktifitas saat berhubungan seks.

Berikut ini beberapa gambar variasi dari posisi seks Woman on Top.


Gambar posisi seks Woman on Top di atas  adalah variasi yang telah dikembangkan oleh banyak pasangan. Posisi woman on top sering juga di sebut posisi Cowgirl atau Jackhammer. Anda bisa dengan mudah mempelajari dan mempraktekkan gambar-gambar posisi seks di atas, tapi sebelumnya anda berdua harus sudah menguasai posisi ini dan sama-sama menikmatinya. Oke.. Selamat mencoba!

Pengertian Orgasme

Orgasme berarti pelepasan tiba-tiba ketegangan seksual yang terkumpul, yang mengakibatkan kontraksi otot ritmik di daerah pinggul yang menghasilkan sensasi kenikmatan yang tinggi dan diikuti relaksasi yang cepat. Ini biasanya berlangsung untuk beberapa detik. Orgasme juga sebagian merupakan pengalaman psikologis akan kenikmatan dan pembuangan, saat pikiran difokuskan hanya pada pengalaman pribadi. Orgasme kadang-kadang disebut klimaks atau kedatangan.

Dalam riset asli siklus respon seksual manusia, orgasme merupakan tahap yang ketiga dari 4 tahap, terjadi setelah tahap peningkatan dan sebelum fase penyelesaian. Model siklus respon seksual lain yang diterima luas yang dikembangkan oleh Helen Singer Kaplan, MD, PhD. melibatkan hanya 3 tahap: gairah, kesenangan dan orgasme.

Orgasme berbeda dari satu orang ke orang lain dan untuk setiap individu pada waktu yang berbeda. Terkadang orgasme merupakan gelombang sensasi yang meletup-letup dan menakjubkan, sementara lainnya lebih ringan, halus dan tidak terlalu kuat. Perbedaan intensitas orgasme dapat disebabkan faktor fisik, seperti kelelahan dan lamanya waktu sejak orgasme terakhir, sekaligus juga faktor psikososial, termasuk suasana hati, hubungan dengan pasangan, aktivitas, harapan, dan perasaan mengenai pengalaman itu.

Macam-Macam Orgasme:
Orgasme klitoral Di masa lalu, kita tidak tahu bahwa wanita butuh stimulasi klitoris agar mencapai orgasme. Sekarang, rangsangan atas organ ini sering kali digunakan agar wanita mencapai orgasme. Orgasme vaginal Tipe ini melibatkan area yang disebut G-spot dan bagian-bagian sensitif lainnya yang berada di dalam vagina. Orgasme ini sangat berbeda dan secara fisik bisa terasa makin intens tergantung kemampuan pasangan memainkan perannya. Tapi yang jelas, saat Anda mencapainya, energi Anda bukannya menurun, malahan meningkat. Orgasme multipel Saat satu ronde hubungan seksual berlangsung Anda mendapatkan dan merasai puncak-puncak kenikmatan (orgasme) beberapa kali seperti untaian mutiara yang berjejer, itulah yang disebut multipel orgasme. Orgasme seluruh tubuh Memang sangat jarang dialami sebagian besar wanita. Bukan karena sulit dicapai. Dengan latihan yang tepat, wanita, bahkan pria, dapat merasakannya.

Pengertian Ejakulasi Dini

Definisi atau pengertian ejakulasi dini berubah dari waktu ke waktu. Sampai saat ini tidak ada definisi yang tetap tentang ejakulasi dini. Beberapa peneliti, terapis seks dan dokter menggunakan definisi yang berbeda dalam menjelaskan pengertian ejakulasi dini.

Pada tahun 2008 International Society for Sexual Medicine merilis sebuah definisi baru Ejakulasi dini, Definisi tersebut diperoleh setelah berkonsultasi dengan 21 ahli yang diakui secara internasional, dan di peroleh pengertian ejakulasi dini sebagai berikut:
Ejakulasi dini adalah disfungsi seksual laki-laki yang ditandai dengan ejakulasi yang selalu atau hampir selalu terjadi sebelum atau dalam waktu sekitar satu menit setelah penetrasi vagina, dan ketidakmampuan untuk menunda ejakulasi pada semua atau hampir semua penetrasi vagina dengan konsekuensi pribadi yang negatif, seperti kesedihan, stres , frustrasi dan atau menghindari keintiman seksual.
Pengertian Ejakulasi Dini dari Wikipedia adalah suatu kondisi di mana seorang pria berejakulasi lebih awal dari dia dan/atau pasangannya harapkan. Masters dan Johnson mendefinisikan Ejakulasi Dini sebagai kondisi di mana seorang pria berejakulasi sebelum pasangan seks nya mencapai orgasme, dimana hal tersebut terjadi pada lebih dari lima puluh persen hubungan seksual mereka.

Beberapa peneliti seks mendefinisikan ejakulasi dini terjadi jika pria berejakulasi dalam waktu dua menit setelah penetrasi dilakukan. Tetapi sebuah survei yang dilakukan oleh Alfred Kinsey pada tahun 1950 menunjukkan bahwa tiga perempat dari pria mengalami ejakulasi dalam waktu dua menit penetrasi pada lebih dari setengah kegiatan seksual mereka.

Saat ini, banyak terapis seks yang mendefinisikan ejakulasi dini sebagai ketidak mampuan mengontrol ejakulasi saat hubungan seksual terjadi dan berakibat mengganggu kesejahteraan emosional dalam salah satu satu atau kedua pasangan.

Penyebab ejakulasi dini ada beberapa hal diantaranya faktor fisik dan nonfisik. Kebanyakan pria mengalami ejakulasi dini setidaknya sekali dalam hidup mereka.

Ejakulasi dini mungkin terjadi seumur hidup dan disebut ejakulasi dini primer, yang berarti bahwa seseorang telah mengalami ejakulasi dini sejak dia pertama kali melakukan hubungan seksual dengan orang lain. Selain itu, terdapat pula Ejakulasi dini sekunder yang berarti bahwa seorang pria sebelumnya tidak mengalami ejakulasi dini tetapi pada satu waktu mengalaminya.