Tampilkan postingan dengan label Disfungsi Ereksi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Disfungsi Ereksi. Tampilkan semua postingan

Jenis Makanan Untuk Menyembuhkan Impotensi

Saat ini impotensi adalah momok yang ditakuti banyak pria dari segala usia, sebuah penelitian menyebutkan hampir 30 juta orang menderita penyakit ini. Impotensi adalah ketidakmampuan seorang pria mendapatkan dan atau mempertahankan ereksi yang keras untuk melakukan hubungan seksual. Ketidakmampuan tersebut disebabkan oleh faktor fisik seperti adanya penyakit dan faktor psikis seperti kelelahan. Setiap pria pasti pernah mengalami impotensi setidaknya satu kali dalam hidup mereka.

Untuk sembuh dari impotensi, penderita harus ke dokter untuk memeriksakan diri. Oleh dokter akan diperiksa penyebab impotensi dan jika diperlukan akan memberi obat impotensi.

Selain itu, jika anda penderita impotensi, anda bisa juga menyembuhkan impotensi dengan menjalani diet makan sehat seperti di bawah ini:

Perbanyak Konsumsi Serat
Makanan tinggi serat, buah-buahan, sayuran dan biji-bijian sangat baik bagi pria penderita impotensi. Berikut ini adalah beberapa jenis makanan yang sangat bagus untuk menyembuhkan impotensi; apel (dengan kulit), stroberi, kacang polong, buncis, kacang-kacangan, spageti, kacang-kacangan dan kentang. Buah segar yang dimakan mentah dapat membantu membersihkan tubuh Anda dari timbunan lemak di pembuluh darah. Buah-buahan juga akan menurunkan kadar trigliserida, yang berarti bahwa Anda dapat menyingkirkan lemak darah Anda.

Banyak Minum Air
Tubuh anda terdiri dari hampir 75 persen air. Air mengisi ulang dan mengatur tubuh Anda. Air membantu cairan beredar melalui tubuh Anda. Air juga merupakan cairan yang tidak mengandung gula atau bahan menggemukkan lainnya. Minum air putih 8-12 gelas setiap hari sangat baik bagi kesehatan dan dapat memperlancar aliran darah ke penis.

Kurangi Makan Daging
Impotensi disebabkan oleh penumpukan lemak di arteri yang menyebabkan aliran darah ke penis tidak lancar. Hal tersebut menyebabkan penis tidak bisa ereksi dengan keras. Agar aliran darah senantiasa lancar hindarilah mengkonsumsi daging, susu dan telur karena makanan-makanan tersebut memiliki lemak tinggi yang dapat menyumbat arteri. Makan daging juga menyebabkan jumlah sperma menjadi rendah.

Kurangi Lemak dan Kolesterol
Salah satu penyebab impotensi adalah diet tinggi lemak. Lemak dalam darah dapat memblokir aliran darah ke penis. Hindari makanan cepat saji, jenis makanan penutup, dan makanan olahan. Cobalah untuk mengkonsumsi makanan rendah lemak. Hindari makan daging.

Cara Lain untuk Membantu Impotensi
Seiring dengan empat langkah mengubah diet menjadi lebih sehat seperti dituliskan di atas, ada cara lain menyembuhkan impotensi pada pria. Konsumsilah suplemen alami seperti Ginkgo, yang dapat meningkatkan aliran darah ke penis. Cara lain adalah dengan berolahraga secara teratur. Olahraga adalah cara alami meningkatkan aliran darah ke seluruh bagian tubuh.

Impotensi seperti penyakit modern lainnya biasanya disebabkan karena gaya hidup yang tidak sehat. Merokok, konsumsi alkohol, tidur tidak teratur, sering makan daging dan menjalani banyak pola hidup tidak sehat lainnya adalah penyebab dasar mengapa impotensi terjadi.

Oleh karena itu, untuk mencegah dan menyembuhkan impotensi maka tindakan pertama harus berasal dari dalam diri sendiri. Menjalani hidup sehat, istirahat dan olah raga teratur, tidak stres dan selalu berpikir positif adalah cara alami menyembuhkan impotensi.

Disfungsi Ereksi (Impotensi)

Apa sih sebenarnya yang dimaksud dengan impotensi? Sungguh banyak pengertian yang salah digunakan untuk menjelaskan soal berkurang atau hilangnya fungsi ereksi pada seorang pria. Dulu, istilah impotensi sering dipakai untuk menunjukkan ketidakmampuan seorang pria dalam kehidupan seksualnya. Secara sosio budaya istilah itu mempunyai implikasi yang lebih luas dari sekadar gangguan salah satu fungsi organ tubuh seorang pria, sehingga penderitanya dianggap tidak utuh di mata masyarakat.

Sudah tentu pandangan ini tidak tepat dan juga tidak sehat. Karena itu, para ahli sepakat untuk segera mencari istilah yang lebih tepat dan tidak membuat stigma berlebihan bagi penderita disfungsi seksual. Maka, digunakanlah istilah disfungsi ereksi (DE) untuk menggantikan istilah impotensi. Kesepakatan ini dilandasi perkembangan ilmu pengetahuan yang bisa lebih menjelaskan penyebab organik gangguan seksual pada pria.

Dapat disimpulkan, pengertian dari DE (Difungsi Ereksi) adalah:
kegagalan seorang pria dalam memulai atau mempertahankan ereksi sampai batas waktu yang diperlukan oleh kedua pasangan seksual dalam mencapai kepuasan.
Penyebab yang bersifat fisik lebih banyak ditemukan pada pria lanjut usia, sedangkan masalah psikis lebih sering terjadi pada pria yang lebih muda. Semakin bertambah umur seorang pria, maka impotensi semakin sering terjadi, meskipun impotensi bukan merupakan bagian dari proses penuaan tetapi merupakan akibat dari penyakit yang sering ditemukan pada usia lanjut. Sekitar 50% pria berusia 65 tahun dan 75% pria berusia 80 tahun mengalami impotensi. Usia juga berpengaruh dalam peningkatan arterosklerosis yang menyebabkan gangguan pengaliran darah ke penis.

Disamping usia, faktor faktor lain yang menjadi biang kerok dari DE antara lain, penggunaan obat obatan (anti hipertensi, anti psikosa, anti depresi, obat penenang, simetidin, litium), penyakit khronis yang kerap menyerang usia lanjut (cedera, diabetes melitus, sklerosis multipel, stroke, penyakit tulang belakang bagian bawah, pembedahan rektum atau prostat), pengaruh alkohol juga tidak bisa diabaikan begitu saja.

Untuk faktor psikis antara lain : depresi, kecemasan, perasaan bersalah, perasaan takut akan keintiman, kebimbangan tentang jenis kelamin.

Untuk menentukan seseorang menderita DE tentu tidak boleh sembarangan, salah salah malah bisa menambah depresi penderita, tetapi para dokter bisa berpatokan pada pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang. Pemeriksaan fisik dilakukan untuk mencari adanya perubahan ciri seksual pria, misalnya payudara, testis dan ukuran penis, serta perubahan pada rambut, suara maupun kulit. Untuk mengetahui adanya kelainan pada arteri di panggul dan selangkangan (yang memasok darah ke penis), dilakukan pengukuran tekanan darah di tungkai.

Pemeriksaan penunjang lain diantaranya : pemeriksaan darah lengkap, pemeriksaan gula darah untuk diabetes, pemeriksaan kadar TSH, USG penis.

Secara umum pengobatan DE dibagi menjadi dua yaitu pengobatan dengan tanpa obat dan dengan obat. Tentu saja harus dicari dulu penyebabnya agar bisa diberikan pengobatan yang pas.